KEKERASAN SEKSUAL TIDAK BISA DIJADIKAN BAHAN UNTUK ISENG

Sumber Gambar: https://www.kba.one/news


    Joyotakan (13/11/21), kekerasan seksual terus terjadi lagi-lagi perempuan yang menjadi korban. Kali ini korban masih berusia belasan tahun sedangkan pelaku adalah seorang bapak-bapak penjual gas. Korban (F) di damping kakaknya (D) melaporkan (P) ke kelurahan Joyotakan atas tindakannya yang meresahkan dan menganggu kenyamanan warga.
    
    (D) menjelaskan bahwa (F) hampir mendapatkan kekerasan seksual oleh seorang penjual gas yang sering berada di sekitar rumahnya. “Jadi (F) ini cerita kalau sepulang sekolah (F) bersama temannya di kejar pelaku (P) sampai terjatuh kedalam selokan. Melihat korbannya jatuh dan berteriak minta tolong pelaku segera pergi. Beruntung F dan temannya baik-baik saja hanya sedikit luka di kaki. Setelah kejadian ini (F) dan temannya merasa trauma apabila melewati rumah dan bertemu pelaku.”

    Sebelumnya, (F) mengatakan bahwa pelaku sering memperlakukan (F) dan teman-teman perempuannya secara tidak senonoh dari menggoda dengan ucapan yang tidak sopan, mengejar kemudian memeluk, dan bahkan memperlihatkan kemaluannya pada (F) dan teman-teman perempuannya yang tengah melintas di depan rumah pelaku. Pelaku juga pernah masuk kerumah teman (F) dan memegang payudara teman (F). Kejadian ini terjadi sekitar kurang lebih tiga tahun yang lalu namun korban tidak berani melaporkan pada siapapun. Apabila dibiarkan akan semakin banyak korban dan hal ini membuat keresahan serta ketidaknyamanan lingkungan.

    Bapak Indriyanto  selaku lurah Joyotakan sudah menerima laporan dan segera menindak lanjuti laporan tersebut. “serangkaian prosedur sudah dilewati, pelaku juga sudah didatangkan ke kelurahan untuk dimintai keterangan. Dengan dikawal babinsa dan bhabinkamtibmas serta petugas yang berwenang, pelaku mengaku bahwa yang dilakukannya itu hanya iseng atau gurauan dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.”penjelasannya.

    Hal ini jelas tidak dapat dibiarkan begitu saja, (D) berharap agar (P) mendapatkan efek jera. Apabila (P) mengalami kelainan minimal mendapat dibinaan. Mengingat korban kebanyakan masih usia SMP mentalnya sudah di rusak dengan hal-hal berbau kekerasan seksual. Semua korban merasa trauma atas kejadian ini.

    Bapak Indriyanto berjanji akan memberikan terapi healing kepada para korban dan memastikan pelaku tidak mengulangi perbuatannya kembali. Bapak Indriyanto juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar, apabila ditemukan kasus seperti ini dihapakan untuk berani melapor karena identitas korban dan pelapor dipastikan aman hal ini juga demi kenyamanan lingkungan bersama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini