Ulasan Film Dokumenter: Pemburu Peristiwa | Narasi People

Sumber: Narasi Youtube Chanel

Film dokumenter ini menceritakan tentang seorang jurnalis foto yang bernama Adek Berry. Wanita kelahiran Curup,14 September 1971 ini mulai menggeluti bidang jurnalistik sejak tahun 1997. Walaupun tidak memiliki latar belakang jurnalistik, Adik Berry terus mengasah kemampuan memotret di masa kuliah lewat klub fotografi di kampusnya, berbekal kamera pemberian sang kakak.

Diantara berbagai peristiwa yang telah diliput, bencana menjadi peristiwa yang paling sering didatangi. Tiap momen selalu memuat pesan, menurutnya mata dan lensa yang dimilikinya dapat membantu orang lain menjadi jembatan pesan apa yang sebenarnya terjadi kepada publik. 

Menurut Adik Berry, menjadi jurnalis perlu kemampuan khusus, yaitu: 1) keterampilan menulis, 2) keterampilan berbicara, 3) mampu melakukan riset dan investigasi, 4) memiliki pengetahuan standar tentang topik yang akan diberitakan, 5) memiliki kemampuan teknologi internet, 6) kemampuan audio visual, 7) mampu menggunakan teknologi komputer, 8) memahami etika, 9) berpengetahuan hukum atau legal, dan 10) memperhatikan karier.

Sejalan dengan dinamika peradaban dan kehidupan di masa kini, jurnalis yang setiap hari berjuang menyajikan berita dan informasi kepada publik dihadapkan pada tantangan yang kian berat. Berpeluh keringat di lapangan saat liputan dan harus mengejar deadline, maka ada 4 (empat) acuan yang perlu diperhatikan pula terkait dengan jurnalis, antara lain Jurnalis tidak hanya soal menulis berita. Tapi jurnalis pun harus mampu melakukan liputan dengan efektif dan mampun melihat “angle” sudut pandang berita yang menarik punlik. Jurnalis biasanya menjadi tempat bertanya banyak orang. Maka jurnalis harus mengikuti tiap perkembangan informasi dan memiliki wawasan yang luas. Jurnalis harus memiliki “network’ atau jaringan relasi yang luas. Jurnalis harus tangguh dan tahan banting. Karena tugas jurnalistik sangat berat dan penu tantangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini